Nasib tragis dialami Praka M Ruspiani, anggota Kodim
1001/Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, yang
bertugas di Koramil Danau Panggang.
Ruspiani tewas dengan kondisi mengenaskan. Ia dikeroyok, kemudian
tubuhnya dibakar hidup-hidup, Sabtu (2/2/2012) sekitar pukul 19.30 W
ITA.
Dari informasi yang dihimpun, kronologi peristiwa diawali saat korban
bersama empat temannya (warga sipil), mendatangi seorang warga di Desa
Pasar Selasa, Kecamatan Sungai Tabukan. Diduga, kedatangan Ruspiani
bersama teman-temannya, untuk menyelesaikan masalah tanah.
Saat hendak pulang, ada warga yang meneriaki rombongan Ruspiani dan
teman-temannya, yang menurut penuturan warga setempat merupakan kelompok
preman, dengan kalimat sindiran.
Mungkin karena tersinggung, sang anggota TNI kemudian balik kanan, untuk mendatangi warga yang meneriaki mereka.
Di luar dugaan, sikap anggota TNI justru dianggap tantangan. Emosi
warga pun langsung terpantik, lantas beramai-ramai mengeroyok Ruspiani.
Tak puas hanya mengeroyok, tubuh korban yang sudah babak belur menjadi bulan-bulanan. Sepeda motor Ruspiani juga dibakar.
"Kalau dilihat waktu kejadian, warga yang mengeroyok jumlahnya
ribuan. Mungkin ada sekitar empat desa yang datang," ungkap seorang
warga Desa Pasar Selasa, yang mewanti-wanti namanya untuk tidak
disebutkan.
Ia menuturkan, peristiwa pengeroyokan merupakan puncak kemarahan
warga, yang sudah lama menahan kesabaran melihat tingkah teman-teman
Ruspiani yang kerap meresahkan warga dengan bertindak sewenang-wenang.
Jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Pambalah Batung Amuntai.
Saat dievakuasi, jasad korban dalam kondisi diikat dan ditindih
kendaraan. Situasi Desa Pasar Selasa dan sekitarnya sempat mencekam.
"Tadi memang sempat mencekam. Tapi sekarang sudah banyak polisi yang
berdatangan untuk berjaga-jaga. Mudah-mudahan kondisi ini bisa
secepatnya pulih seperti sebelumnya," harap seorang warga.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kondisi
keamanan tetap kondusif, Polres HSU langsung menerjunkan kekuatan
maksimal anggotanya ke lokasi kejadian.
Kapolres HSU AKBP Rudi Haryanto, membenarkan yang menjadi korban adalah anggota TNI AD yang bertugas di Koramil Danau Panggang.
"Kami juga mencoba memberdayakan tokoh agama, tokoh adat, dan pemuka
masyarakat lain, untuk bersama-sama menenangkan warga," tutur Rudi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pengeroyokan terjadi secara spontanitas yang melibatkan banyak warga. (*)
